PERANAN AKUNTANSI di TRANSAKSI SYARIAH

23 11 2011

InsyALLAH pada saatnya nanti akuntansi akan terbukti merupakan salah satu pengetahuan yang berawal dari pemikir Islam. Akuntansi yang mengolah secara sistematis transaksi menjadi informasi keuangan dikembangkan berlandas pada 3 (tiga) pilar utama, yaitu matematika, prinsip dasar, dan rancang-bangun. Pilar matematika mencerminkan berlakunya hukum dasar di akuntansi, yaitu besarnya penggunaan dana (uses of fund) selalu samadengan besarnya pemerolehan dana (sources of fund). Dua pilar lainnya, masing-masing Prinsip dasar dan Rancang-bangun dikembangkan sesuai kebutuhan dengan tetap berdasar pada pilar matematika.

Pilar matematika yang berlaku di akuntansi merupakan cerminan dari ilmu pengetahuan yang bersifat universal. Pengetahuan yang bersifat universal itu sendiri merupakan sunnatullah. Dengan demikian, akuntansi mendasarkan diri pada pengetahuan yang merupakan refleksi atas ajaran inti Akidah, yaitu tentang ketauhidan.

Dewasa ini berkembang pesat kebutuhan terhadap akuntansi syariah. Ditinjau dari pilar matematika, konsep dan rasionalitas yang digunakan di akuntansi syariah adalah identik dengan akuntansi konvensional. Ditinjau dari pilar Prinsip dasar dan Rancang-bangun, terdapat perbedaan dan kesamaan konsep dan rasionalitas antara yang digunakan di akuntansi syariah dan di akuntansi konvensional. Pengembangan pilar Prinsip dasar di akuntansi syariah sepenuhnya harus mendasarkan pada aturan yang disebut Syariah, yaitu berlandas Al-Qur’an dan Al-Hadits. Selanjutnya, pilar rancang-bangun di akuntansi syariah dikembangkan berdasar pilar Matematika dan Syariah.

Untuk lebih lengkapnya penjelasan mengenai hal di atas, saudara bisa membaca  buku “Akuntansi Syariah : Akad di lembaga bukan Bank” Karangan Dr. Sony Warsono, MAFIS, Ak dan Jufri, SH.I., M.Hum (saya sendiri penulisnya). diterbitkan oleh Ashgard Chapter Yogyakarta





ISLAM dan SISTEM EKONOMI SYARIAH

23 11 2011

Islam adalah agama sempurna yang mengatur dan memberi pedoman bagi manusia baik dalam beribadah kepada ALLAH SWT maupun dalam berinteraksi dengan sesama makhluk. Inti ajaran agama Islam terdiri dari 3, yaitu Aqidah, Syariah, dan Akhlaq. Esensi Aqidah adalah keyakinan pemeluk Islam terhadap ke-esa-an (tauhid) ALLAH SWT, yaitu perbuatan yang menghilangkan segala bentuk kekuatan (keberadaan) melainkan kekuatan ALLAH SWT sebagai yang Esa. Selanjutnya, inti Aqidah ini dijabarkan dalam aturan-aturan Syariah yang bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Sunnah dan diimplementasikan dalam bentuk akhlaq yang islami.

Salah satu ajaran yang sangat penting dalam agama Islam adalah tentang mu’amalah atau iqtishadiyah (Ekonomi Islam). Aqidah, Syariah, dan Akhlaq menjiwai dalam penerapan dan pengembangan sistem ekonomi Islam atau ekonomi syariah. Sistem ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi yang mandiri, bukan diadopsi dari ekonomi liberal, komunis, kapitalis dan sebagainya. Berbagai prinsip dasar yang berlaku di ekonomi syariah adalah berdasar aturan Syariah, di antaranya adalah Kejujuran (al-Shidq), Kesetaraan (al-Musawah), dan Keadilan dan Kebenaran (al-‘adhilah).

Implementasi kongkrit sistem ekonomi syariah diwujudkan dalam bentuk terjadinya berbagai transaksi (akad) yang dilakukan antar individu atau kelompok. Oleh karena itu, suatu transaksi dinyatakan sebagai transaksi syariah jika dilakukan berlandas pada 3 inti ajaran Islam, yaitu Aqidah, Syariah, dan Akhlaq. Berbagai jenis transaksi syariah telah dilakukan di masa kejayaan Islam, antara lain murabahah, mudharabah, salam, istishna‘, ijarah, dsb. Dalam ekonomi syariah, penerapan akuntansi merupakan keniscayaan. Diduga kuat, pengetahuan akuntansi yang selama ini diklaim merupakan produk negara barat sebenarnya merupakan produk pengetahuan yang dikembangkan oleh pemikir Islam.

Baca entri selengkapnya »





LAW STUDY OF SHARI’A BANKING DISPUTE SETTLING AUTHORITY (Islamic law analysis on the authority of Islamic Court, Common Court and National Arbitrary Body)

14 05 2009

Islamic Bank is a bank operated according to Islamic Shari’a Law principles or Interest-Free Bank, Lariba Bank, and Shari’a Bank. As conventional bank, shari’a bank is also operated by contract. A contract is a starting point or a law source of the shari’a banking operation in accordance with the requirements agreed by both parties. Beginning with the misperformance of one party leading to a dispute, although not all misperformance will create a dispute, but misperformance is the starting point of a dispute. So, the agreement related to the freedom of making contract in Islam plays an important role in shari’a banking. The right dispute settlement in shari’a banking will give satisfaction and bigger value of justice. Baca entri selengkapnya »





Peningkatan Investasi di Indonesia Melalui Perbaikan Sistem Ekonomi, Sosial-Politik dan Penegakan Hukum

19 02 2008

Pendahuluan

Investasi adalah sebuah keniscayaan bagi sebuah negara, karena semua Negara mempunyai kekurangan dan kelebihan untuk saling mengisi antara satu negara dengan negara lainnya. Untuk menutupi kekurangan dan kelebihan dari kemampuan negara adalah melalui jalan investasi. Investasi adalah salah satu jalur hubungan negara baik secara bilateral ataupun multi lateral. Karena selain dengan investasi akan menambah income negara melalui pemasukan pajak, mengurangi pengangguran tapi yang terpenting dengan adanya hubungan bilateral atau multirateral dengan investasi itulah sebuah negara akan meminimalisir perbedaan-perbedaan antara yang satu negara dengan lainnya. Baca entri selengkapnya »





Aspek Hukum Kebijakan Pengembangan Produk Perbankan Syariah

19 02 2008

Pendahuluan

Tahun 1930 terjadi keributan atau gonjang ganjing ekonomi, dimana sistem ekonomi mainstream yang disebut juga sistem ekonomi dominan di dunia pada saat itu sebagai arus utama di Negara-negara maju khususnya USA menghancurkan sendi-sendi kehidupan manusia. Sehingga pada saat itu, great depresion awal tahun 1930 terjadi, presiden AS, Franklin D. Roosevelt mempertanyakan keberadaan ekonomi alternatif untuk menjawab depresi besar yang terjadi ketika itu. Depresi ini menyadarkan dunia, ternyata sistem ekonomi mainstream yang telah diterima saat itu membawa malapetaka bagi kehidupan umat manusia.[1] Baca entri selengkapnya »





Kasus HAKI (analisa UU HAKI UU. No 19 tahun 2002)

14 12 2007

Kasus  dalam  UU. HAKI

Beberapa kasus dibawah sudah didiskusikan dalam Perkuliahan MK HAKI Magister Hukum Bisnis UGM.walaupun masih banyak perdebatan panjang dan masih kontrofersial. Baca entri selengkapnya »





Permasalahan Zakat di Indonesia

30 11 2007

Persoalan Zakat adalah sesuatu yang tidak pernah habis dibicarakan, wacana tersebut terus bergulir mengikuti peradaban Islam. Di Indonesia Persoalan yang muncul atas zakat sekarang : Pertama, Peran zakat sebagai salah satu rukun Islam yang harus ditunaikan oleh umat Islam yang mampu (muzakki) hanya menjadi kesadaran personal. Membayar zakat merupakan kebajikan individual dan sangat sufistik sehingga lebih mementingkan dimensi keakhiratan. Baca entri selengkapnya »








Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.